Search This Blog
Kelompok 2 Sistem Informasi Geografis Kelas B terdiri dari 3 anggota yaitu : Adelia Novita Marampa' (036), I Luh Reni (037), Fransisca Aprilia Wijayanti (039)
Featured
- Get link
- X
- Other Apps
LAPORAN PRAKTIKUM 3 (PROSES DIGITASI PETA RBI KOTA DENPASAR BAGIAN RENON)
LAPORAN PRAKTIKUM
PROSES DIGITASI PETA RBI KOTA DENPASAR BAGIAN RENON
Dosen Pengampu : Putu Perdana Kusuma Wiguna, Ssi, M. Sc
Disusun Oleh :
Kelompok 2
Adelia Novita Marampa' 2006541036
I Luh Reni 2006541037
Fransisca Aprilia Wijayanti 2006541039
PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS UDAYANA
BAB I
PENDAHULUAN
LATAR BELAKANG
Digitasi secara umum dapat didefinisikan sebagai proses konversi data analog ke dalam format digital. Objek-objek tertentu seperti jalan, rumah, sawah, dan lain-lain yang sebelumnya dalam format raster maka menjadi objek-objek vektor. Pada sebuah citra satelit resolusi tinggi dapat diubah ke dalam format digital dengan proses digitasi. Di dalam GIS digitasi adalah proses dimana objek-objek tertentu seperti jalan, rumah, sawah, sungai, dan lain-lain yang sebelumnya hanya ada dalam format raster maka menjadi objek-objek vektor (polygon, garis, titik). Proses digitasi secara umum dibagi dalam dua macam yaitu digitasi menggunakan digitizer (dalam proses ini memerlukan sebuah meja digitasi atau digitizer) dan digitasi onscreen di layar monitor (digitasi onscreen paling sering dilakukan karena lebih mudah dilakukan, tidak memerlukan tambahan peralatan lainnya, dan lebih mudah untuk dikoreksi apabila terjadi kesalahan.
TUJUAN
- Untuk mengetahui proses digitasi peta RBI Kota Denpasar Bagian Renon
- Untuk pelaporan tugas mata kuliah Sistem Informasi Geografis (SIG)
Sebagai pedoman dalam proses digitasi peta RBI Kota Denpasar Bagian Renon bagi mahaiswa maupun masyarakat umum
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
Digitasi merupakan usaha untuk menggambarkan kondisi bumi ke dalam sebuah bidang datar dalam komputer. Atau dapat disebut sebagai pengubahan data peta hardcopy menjadi softcopy. Sumber data peta untuk digitasi dibagi menjadi beberapa bagian antara lain sebagai berikut.
- Data Image Raster. Syarat-syarat memilih data Image Raster yaitu memiliki koordinat acuan yang jelas dan akurat, memiliki skala, memiliki bagian dan batas (boundary) jelas, dan arah utara yang jelas.
- Peta Analog (Hard Data) yaitu sumber data peta yang digunakan untuk digitasi secara manual menggunakan alat tambahan yaitu meja digitasi. Contoh data ini adalah atlas atau peta (bentuk kertas).
- Image Remote Sensing (Soft Data) adalah data yang didapat dari pencitraan jarak jauh seperti citraan satelit dan citraan udara.
- Image Scanning (Soft Data) adalah data scan/cetak berbentuk file raster dari Atlas atau peta analog lainnya
Proses digitasi merupakan lanjutan dari proses georeferencing. Proses digitasi merupakan proses konversi dari data raster menjadi data vektor. Gambar yang akan digitasi memiliki format (.tif). Setelah melakukan proses georeferencing, gambar akan muncul di tampilan proyek. Kemudian kita akan melakukan digitasi. Proses digitasi terdiri dari digitasi titik (point), garis (line), dan area (polygon).
BAB III
METODE PELAKSANAAN
ALAT
- Perangkat keras (laptop)
- Perangkat lunak (Aplikasi QGIS 3.26.2)
- Peta RBI Kota Denpasar yang sudah di georeferencing
- Persiapan
- Pelaksanaan Digitasi
- Evaluasi Hasil dan Pelaporan
Siapkan gambar peta RBI Kota Denpasar dengan format (.tif) yang sudah kita georeferencing sebelumnya. Masukkan peta ke dalam proyek baru.
A. DIGITASI TITIK
Proses digitasi titik digunakan untuk memberikan tanda atau simbol pada bangunan-bangunan. Langkah-langkah digitasi titik antara lain sebagai berikut.
- Pertama, klik Tab Layer dan pilih Create Layer lalu pilih New Shapefile Layer.
- Ketika sudah masuk kotak dialog New Shapefile Layer, kemudian klik kotak titik-titik di sebelah File Name lalu pilih lokasi kita untuk menyimpan hasil digitasi. Beri nama file "BANGUNAN" dan klik OK. Pilih Geometry Type dengan tipe Point dan jangan lupa memilih EPSG:32750 - WGS 84 / UTM zone 50S.
- Pada kolom New Field, isilah dengan urutan sebagai berikut :
- Name : Nomor ; Type : Integer (32 bit) ; Length : 10 , lalu klik Add to Fields List
- Name : Nama ; Type : Text (String) ; Length : 50 , lalu klik Add to Fields List
- Name : Keterangan ; Type : Text (String) ; Length : 50 , lalu klik Add to Fields List. Kemudian hapus tipe "id" pada Fields List dengan cara klik Remove Fields
- Kemudian mulailah digitasi titik untuk memberi tanda atau simbol bangunan. Pertama, pada menu atas pilih Toggle Editing (ikon pensil) dan Add Point Feature (ikon titik 3). Kemudian mulailah dengan memberi titik pada setiap bangunan. (Sebagai informasi, lihatlah legenda pada sebelah peta untuk mengetahui simbol-simbol bangunan yang ada sebagai pedoman). Selesai memberi titik, isilah kolom Nomor dengan urutan angka bangunan dan kolom Keterangan isi dengan "Bangunan".
- Langkah ke-4 juga berlaku apabila kita menemukan bangunan seperti Sekolah, Menara, dan lain-lain. Lakukan langkah tersebut sampai semua bangunan pada Legenda dan Kawasan Renon sudah terisi semua dengan titik.
- Pertama, klik Tab Layer dan pilih Create Layer lalu pilih New Shapefile Layer.
- Ketika sudah masuk kotak dialog New Shapefile Layer, kemudian klik kotak titik-titik di sebelah File Name lalu pilih lokasi kita untuk menyimpan hasil digitasi. Beri nama file "JALAN" dan klik OK. Pilih Geometry Type dengan tipe LineString dan jangan lupa memilih EPSG:32750 - WGS 84 / UTM zone 50S
- Pada kolom New Field, isilah sesuai dengan pedoman berikut (Name : panjang_m; Type : Decimal (double) ; Length : 20, Precision : 2). Kemudian klik Add to Fields List dan klik OK.
- Kemudian mulailah digitasi garis untuk memberi tanda atau simbol jalan. Pertama, pada menu atas pilih Toggle Editing (ikon pensil) dan Add Line Feature (ikon garis dan titik). Kemudian mulailah dengan memberi garis pada setiap jalan kawasan Renon (Sebagai informasi, lihatlah legenda pada sebelah peta untuk mengetahui simbol-simbol jalan yang ada sebagai pedoman). Selesai memberi garis, klik kanan dan klik OK. Untuk garis merah merupakan Jalan Arteri Satu Jalur.
- Langkah ke-4 juga berlaku apabila kita menemukan jalan lainnya seperti garis putus-putus yang merupakan Jalan Lain bisa diberikan simbol garis kuning putus-putus. Lakukan langkah tersebut sampai semua jalan pada Legenda dan Kawasan Renon sudah terisi semua dengan garis.
- Pertama, klik Tab Layer dan pilih Create Layer lalu pilih New Shapefile Layer.
- Ketika sudah masuk kotak dialog New Shapefile Layer, kemudian klik kotak titik-titik di sebelah File Name lalu pilih lokasi kita untuk menyimpan hasil digitasi. Beri nama file "RUMPUT/TANAH KOSONG" dan klik OK. Pilih Geometry Type dengan tipe LineString dan jangan lupa memilih EPSG:32750 - WGS 84 / UTM zone 50S
- Pada kolom New Field, isilah sesuai dengan pedoman berikut (1) Name : landuse ; Type : Text (string) ; Length : 80. (2) Name : luas (m2) ; Type : Decimal (double) ; Length : 20 & Precision : 6. Kemudian klik Add to Fields List dan klik OK.
- Kemudian mulailah digitasi area untuk memberi tanda atau simbol tutupan lahan. Pertama, pada menu atas pilih Toggle Editing (ikon pensil) dan Add Polygon Feature (ikon hijau). Kemudian mulailah dengan memberi poligon pada setiap area kawasan Renon (Sebagai informasi, lihatlah legenda pada sebelah peta untuk mengetahui simbol-simbol tutupan lahan yang ada sebagai pedoman). Selesai memberi poligon, klik kanan dan isilah kolom landuse dengan "Rumput/Tanah Kosong".
- Langkah ke-4 juga berlaku apabila kita menemukan area lainnya seperti area kotak-kotak biru yang merupakan sawah bisa diberikan simbol garis kuning putus-putus. Lakukan langkah tersebut sampai semua area pada Legenda dan Kawasan Renon sudah terisi semua dengan poligon.
Awangga, R. M.,
2019. Pengantar Sistem Informasi Geografis Sejarah, Definisi, dan Konsep
Dasar. Bandung: Kreatif Industri Nusantara.
Sukiyah, E., 2017. Sistem Informasi Geografis Konsep
dan Aplikasinya Dalam Analisis Geomorfologi Kuantitatif. Bandung: Unpad
Press.
Sulistiyanto, 2021. Sistem Informasi Geografis Teori
dan Praktek Dengan Quantum GIS. Malang: Ahlimedia Press.
Supriadi & Nasution, Z., 2007. Sistem Informasi
Geografis. Medan: USU Press.
- Get link
- X
- Other Apps
Comments
Post a Comment